> Abu Thalib Al Makki berkat, " Aku mengumpulkan perkara ini ( yakni dosa besar ) dari perkataan sahabat ( nabi ), kemudian aku mendapatkannya pada empat perkara di hati, yaitu :
a. syirik kepada Allah
b. terus menerus bermaksiat
c. berputus asa dari rahmat Allah
d. merasa aman dari adzab Allah
( Sumber : Ad Daa' Wad Dawaa', Ibnul Qayyim al - Jauziyah )
> Muadz Bin Jabal mengatakan, " Aku tidak cinta dunia, air yang dingin dari sungai -sungai, taman - taman dunia yang indah, namun aku cinta puasa pada hari yang panas, bermajelis dengan para ulama di Majelis ilmu. " Padahal Muadz bin Jabal adalah termasuk pembesar ulama' para sahabat yang paling tahu tentang halal dan haram...
Bagaimana dengan kita yang lebih suka syuro' - syuro', gerakan - gerakan yang hal itu dianggap wajar ( baik ) dibandingkan dengan Majelis ilmu?Maka tidak asing kaidah yang menjelaskan " Kalau hal tiu baik, tentu mereka generasi terbaik akan mendahuluinya". Jadi ambillah yang datang dari para sahabat dalam hal ilmu, amal, dan dakwah. Sepakat ulama' salaf, " Barang siapa yang berpegang dengan-Nya, maka dia selamat "
> Pengertian Islam apabila disebutkan dengan kata iman, maka yang dimaksud dengan Islam adalah perkataan dan amal - amal lahiriah yang diri dan hartanya ( tak boleh dibunuh dan dirampas hartanya ) dengan perkataan dan amal - amal tesebut. Baik dia meyakini ataupun tidak. Sedangkan kata iman berkaitan dengan amalan.
> Mengenali syarat sah ibadah, salah satunya adalah ikhlas, dalilnyaadalah hadits terkenal dari Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah bersabda, " Sesungguhnya amal tergantung niat ", kemudian adalah sesuai dengan cara ibadah yang diperntahkanoleh Allah melalui Rasulullah, 2 dalilnya adalah:
a. Surat Al - Maidah ayat 3 : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.”
b. Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah R.A, beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda : " Barang siapa yang mengada - adakan suatu perkara di dalam urusan (agama ) kami, yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka perkara itu tertolak."
> Tidakkah kita sadari bahwa waktu puasa kita menahan diri dari yang halal ( makan dan minum ), lalu kenapa tidak kita tahan diri kita dari yang haram?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar